4/09/2013

Artikel tentang perlindungan & pengenalan hewan - hewan langka di Indonesia



BuRUNG CENDRAWASIH

                Burung cendrawasih merupakan burung khas Papua. Burung ini diberi gelar sebagai burung surga, karena memiliki bulu-bulu indah layaknya bidadari yang turun dari surga, terutama burung jantan.Burung ini dikelompokkan dalam famili Paradisaeidae. Burung yang hanya terdapat di Indonesia bagian timur, Papua Nugini, dan Australia timur ini terdiri dari 14 genus dan sekitar 43 spesies, 30 an spesies diantaranya bisa ditemukan di Indonesia.
           Oleh masyarakat Papua, burung Cendrawasih dipercaya sebagai burung cantik tetapi tidak berkaki. Mereka tidak akan turun ke tanah tetapi hanya berada di udara saja. Lantaran bulu-bulunya yang indah. Karena itu kemudian burung Cendrawasih dikenal sebagai Bird of Paradise atau burung surga.
           Pada umumnya bulu burung Cendrawasih berwarna cerah dengan kombinasi beberapa warna seperti hitam, cokelat, merah, oranye, kuning, putih, biru, hijau, dan ungu.Ukuran burung Cendrawasih beraneka ragam, mulai dari berukuran 15 cm dengan berat 50 gram seperti pada jenis Cendrawasih Raja hingga yang berukuran sebesar 110 cm dengan berat 430 gram seperti pada Cendrawasih Manukod Jambul-Bergulung.
                   Keindahan bulu Cendrawasih jantan digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis. Untuk merayu betina agar bersedia diajak kawin, burung jantan akan memamerkan bulunya dengan melakukan tarian-tarian indah. Sambil bernyanyi di atas dahan, pejantan bergoyang dengan gerakan ke berbagai arah. Bahkan terkadang hingga bergantung terbalik bertumpu pada dahan. Namun, tiap spesies Cendrawasih tentunya punya tipe tarian tersendiri.

                   Ada beberapa jenis Cendrawasih yang sudah masuk dalam daftar jenis satwa yang dilindungi. Seperti Cendrawasih Raja, Cendrawasih Botak, dan Cendrawasih Merah. Sayangnya, populasi burung Cendrawasih semakin hari semakin terancam dan langka akibat perburuan & perdagangan liar yang terus berlangsung.

                   Mengingat status Cendrawasih saat ini langka dan masih belum dapat ditentukan kategorinya, maka perlu dilakukan usaha pelestariannya. Diharapkan semua lapisan masyarakat turut berperan dalam menjaga kelestariannya selain peningkatan pengawasan populasi dari instansi yang berwenang.

                   Ada beberapa upaya / kebijakan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, antara lain :
1.        Melakukan konservasi / perlindungan jenis terhadap semua populasi burung Cendrawasih melalui kegiatan         penangkaran.
2.        Melindungi habitat / sarang yang telah ditemukan
3.        Melarang aktivitas penebangan liar yang bisa    mengancam habitatnya
4.        Melakukan upaya perlindungan & pengamanan untuk         mengurangi ancaman terhadap terhadap populasi Cendrawasih
5.        Sosialisasi & publikasi serta penyadaran kepada          masyarakat tentang pentingnya konservasi
6.        Melakukan upaya pemantauan & pengelolaan jangka panjang bersama pemerintah, masyarakat, dan LSM   (Lembaga Swadaya Masyarakat)

                   Di hutan asli Papua sendiri, burung Cendrawasih cukup sulit ditemukan. Hanya beberapa spesies saja yang dapat kita temukan. Jumlahnya pun tidak lebih dari 100 ekor.

                   Mendengar hal itu beberapa taman wisata alam di Indonesia, khususnya Papua memperketat penjagaan di pintu masuk kawasan suaka margasatwa dan tempat-tempat lainnya. Penjagaan yang super ketat ini bertujuan untuk mencegah wisatawan yang akan berbuat tidak sepatutnya  di areal konservasi itu. Misalnya saja perburuan liar yang dapat merusak populasi burung Cendrawasih.

                   Bahkan, beberapa tahun belakangan ini, taman-taman nasional di Indonesia seringkali kecolongan dalam mencegah perburuan liar. Dalam memasuki kawasan taman nasional, pemburu biasanya ikut menumpang di mobil-mobil wisatawan, sehingga pos pintu masuk memberi jalan tanpa berpikir panjang terlebih dulu.


             


       

                          Penyu
 


Negara Indonesia yang juga merupakan Negara bahari memliki laut yang mengandung kekayaaan flora dan fauna yang beragam. Salah satu fauna laut yang terdapat di Indonesia adalah Penyu. Keanekaragaman habitat perairan taut Indonesia (yang memiliki pesisir sepanjang 81.000 km, terdiri dari 17.508 pulau) telah menjadi tempat hidup 6 dari 7 spesies penyu yang ada di dunia.Penyu adalah kura-kura laut yang masuk hewan kelompok vertebrata kelas reptilia. Suku penyu terdiri dari lima marga dan mempunyai 7 jenis yaitu Penyu Bromo,  Penyu Hijau, Penyu Pasifik, Penyu Sisik, Penyu Lekang, Penyu Lekang, dan Penyu Ridley. Tetapi jenis penyu Ridley ini tidak terdapat di Indonesia.
          Jumlah populasi penyu saat ini telah mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor. Misalnya saja predator penyu seperti biawak yang memakan telur penyu, sehingga penyu tidak dapat menghasilkan keturunan. Manusia pun ikut mempengaruhi jumlah populasi penyu.
          Manusia seringkali mengambil daging atau telur penyu untuk dikonsumsi masyrakat. Di beberapa pesisir pantai di Indonesia kita jarang sekali menemui penyu yang mendarat untuk bertelur. Sejak saat itu pemerintah menggalakkan upaya-upaya sebagai berikut :
1.       Penyelamatan dan Penetasan Penyu
2.      Perlindungan Kawasan Habitat Penyu
3.       Penegakan Hukum bagi setiap orang yang dengan sengaja membunuh,         menjual, dan lainnya yang dapat merusak populasi penyu
4.     Pemberdayaan Masyarakat sekitar kawasan konservasi penyu
         
          Gagasan pemerintah tersebut membuat seluruh tempat wisata seperti Taman Nasional, Suaka margasatawa,Kebun binatang,dan lain-lain yang ada di Indonesia menggiatkan program konservasi penyu.
          Diantara tempat wisata berikut, Pantai Sukamade termasuk tempat wisata yang melakukan hal itu.
          Pantai Sukamade adalah pantai yang terletak di bagian selatan kabupaten Banyuwangi dan berhadapan langsung dengan samudera Hindia. Jarak Pantai Sukomade kira-kira 97 km ke arah barat daya dari kota Banyuwangi. Pantai Sukomade merupakan pantai yang tenang dan indah.
          Pantai Sukamade merupakan habitat tempat penyu bertelur. Di tempat ini wisatawan dapat menyaksikan secara langsung aktifitas penyu naik ke pantai, bertelur maupun hanya sekedar memeti.Di tempat ini juga terdapat penetasan semi alami untuk menetaskan telur-telur penyu yang telah dikumpulkan oleh petugas. Wisatawan dapat turut aktif dalam usaha konservasi penyu dengan mengikuti kegiatan pelepasan tukik ke laut setelah ditetaskan pada penetasan semi alami.
          Penyu betina biasanya bertelur hingga ratusan yang diletakkan di dalam pasir di pantai. Penyu betina biasanya mulai mendarat di pantai jam 07.30 malam dan kembali ke laut pada jam 12.00 malam hari.Bulan Nopember hungga Maret adalah musim penyu bertelur.
   
                                   



Ikan Siluk Merah



          Ikan Siluk Merah atau  Ikan Arwana Merah (Arwana Super Red) atau Ikan Naga (Dragon Fish) yang dalam bahasa latinnya disebut Sclerophages formosus ditetapkan sebagai Satwa Pesona Indonesia. Ikan Siluk Merah yang populer di kalangan penghobi ikan hias ini ditetapkan sebagai Satwa Pesona Nusantara melalui Keputusan Presiden (Kepres) RI Nomor 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional. Binatang air tawar ini merupakan satu diantara tiga fauna maskot Nasional. Dua satwa yang lain adalah Komodo yang ditetapkan sebagai Satwa Nasional dan Elang Jawa sebagai Satwa Langka Indonesia.
                   Di alam bebas, Ikan Siluk Merah merupakan penghuni Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Di habitatnya yang asli ini, Ikan yang disebut juga yang merupakan ikan asli Indonesia menunjukkan penurunan populasi yang pesat akibat penangkapan liar serta daya biaknya rendah, ikan ini termasuk yang terancam punah.Oleh kalangan tertentu, ikan Siluk Merah dipercaya dapat membawa hoki, karenanya arwana jenis ini terus diburu dan memiliki harga jual yang tinggi. Sejak tahun 1975, arwana dilindungi oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITIES). Menurut CITIES, ikan ini termasuk dalam kategori spesies langka. Ikan Siluk Merah juga terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus “terancam punah” oleh IUCN sejak tahun 2004.
                   Di Indonesia perlindungan arwana diatur oleh Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian No 716/kpts/ um/10/1980, SK Direktorat Jenderal PHPA Np.07/ kpts/DJ-VI/1988 dan Instruksi Direktorat Jenderal Perikanan No.IK-250/ D.4.2955/83K. Mulai tahun 1995, Arwana (Siluk Merah) yang boleh diperdagangkan hanya yang berasal dari budi daya dan merupakan generasi kedua, yakni yang berasal dari penangkaran.Dengan izin khusus, Ikan Siluk Merah  (Sclerophages formosus) telah dikembangbiakkan di Pontianak dan bisa diperdagangkan secara legal. Syaratnya si ikan naga harus disertai sertifikat dan microchip yang tertanam dalam tubuhnya, sebagai penanda ikan hasil tangkaran.
              
   
Teman artikel di atas adalah artikel tentang perlindungan dan pengenalan hewan-hewan langka di Indonesia. Buat anak SMP kelas VII kalian boleh men-copy paste artikel tersebut. Semoga bermanfaat yaa...!!!!   

0 komentar:

Poskan Komentar